Seberapa Kuat Media Sosial sebagai Alat Kampanye Pemilu?

Era digital semakin lama semakin kencang kemajuannya. Secara tidak sadar, kita menerima dampak yang cukup besar dalam penggunaan teknologi di kehidupan sehari-hari kita. Salah satu dampak yang kita terima yaitu kita bisa memakai sosial media di berbagai perangkat platform tanpa harus melalui situsnya lagi.

Ya, sekarang sosial media bisa kita pakai dalam bentuk aplikasi, sehingga penggunanya bisa langsung memposting apa pun hanya melalui smartphonenya saja. Pengguna aktif tentu selalu membagikan postingannya ke sejumlah followersnya agar mereka bisa tahu keseharian penggunanya.

Cara itu tidak hanya berlaku di kalangan anak-anak muda saja, tapi juga ke pihak-pihak pemerintah. Sebagian pejabat pemerintah menggunakan sosial media bukan hanya untuk membagikan kegiatannya saja, melainkan untuk kegiatan kampanye, mengingat sebentar lagi pesta demokrasi pemilihan umum 2019 akan dimulai.

Di tahun politik ini, tentu beberapa pihak pemerintahan sedang berupaya agar pasangan kandidat yang sedang berjuang untuk menang di kursi pemerintahan. Cara yang perlu mereka lakukan yaitu dengan melakukan kampanye.

Biasanya, mereka melakukan kampanye dengan membuat spanduk atau baliho agar bisa terpasang di sepanjang jalan di berbagai daerah. Tapi, kalau hanya menggunakan baliho atau spanduk saja, tentu tidak efektif untuk mengajak seluruh masyarakat mendukung pasangan kandidat pilihan. Solusi yang paling baik adalah memakai sosial media.

Sosial media memang sudah tidak lagi menjadi media untuk posting hal-hal yang sudah biasa, seperti kehidupan sehari-hari dan sebagainya. Kini banyak pihak yang memakainya untuk keperluan kampanye karena dinilai lebih efektif dan lebih luas ruang lingkupnya.

Coba bandingkan kalau mereka hanya menggunakan baliho atau spanduk saja, tentu mereka memasangnya hanya di pinggiran jalan atau daerah tertentu. Pastinya tidak semua daerah bisa membaca kampanye yang mereka lakukan.

Belum lagi untuk membuatnya tidak hanya satuan atau puluhan spanduk saja, karena mereka membutuhkan ratusan hingga ribuan spanduk agar semua daerah bisa mendapatkannya. Biaya untuk pembuatannya perlu mereka pikirkan juga karena pasti akan ada banyak pengeluaran yang sangat banyak hanya untuk mengeluarkan spanduk atau baliho saja.

Karena kendala itulah, pasangan kandidat membuat akun khusus media sosial agar mereka bisa melakukan kampanye untuk keperluan pemilihan umum 2019. Memakai sosial media untuk kampanye saat ini menjadi cara yang paling efektif dan ampuh dalam menarik minat masyarakat.

Kekuatannya sebagai ruang publik sudah seperti penentu seberapa banyak suporter atau pendukung yang akan didapat oleh pasangan kandidat pemilihan umum 2019. Ketika mereka mengeluarkan postingan mengenai visi misi mereka, tentu publik akan ramai memperbincangkannya di kolom komentarnya.

Masyarakat bisa memberikan opini langsung ke pasangan kandidat melalui akun sosial media mereka. Pastinya opini yang diberikan bisa menjadi bahan pertimbangan sendiri pasangan presiden untuk memperbaiki masalah-masalah yang terjadi di Indonesia. Opini tersebut juga menjadi pembelajaran bagaimana penilaian masyarakat mengenai kinerja mereka yang dilakukan selama ini.

Belum lagi kekuatan media sosial dalam memobilisasi pendukung masing-masing pasangan kandidat. Ketika sedang akan diadakan sebuah event untuk keperluan kampanye di suatu daerah, hanya dengan mempostingnya melalui akun sosmed saja, pengikutnya atau orang lain pasti akan langsung tahu tentang acara kampanye di daerah tertentu.

Pendukung secara tidak langsung diajak untuk mengikuti kegiatan tersebut agar seruan untuk pasangan kandidat itu bisa semakin marak. Semakin mudahnya mempertemukan pendukung dengan pasangan kandidat bisa menjadi solusi terbaik untuk menarik hati mereka untuk tetap terus mendukungnya hingga duduk di kursi pimpinan pemerintahan.

Selain untuk berkomunikasi, media sosial dipakai untuk berkampanye

Tidak perlu diragukan lagi berapa kuatnya sosial media sebagai alat kampanye kedua pasangan kandidat pemilihan umum 2019 nanti. Belum lagi suara rakyat akan semakin di dongkrak dari satu postingan yang mereka buat dan disebarkannya ke seluruh pengikutnya. Bisa dikatakan seperti rantai komunikasi yang tidak pernah terputus, sehingga semakin banyak pendukung yang bisa mereka dapatkan.

Rantai komunikasi tersebut berawal dari postingan akun media sosial pasangan kandidat, lalu disebarkan oleh para pengikutnya. Ketika teman pengikutnya melihat postingan tersebut, secara sadar dan tidak sadar pastinya mereka akan membagikannya lagi ke teman-teman yang lain. Dalam waktu yang singkat saja, postingan tersebut bisa menjadi terkenal di sosial media.

Kalau mereka menggunakan postingan positif dan mendukung satu sama lain pasangan lainnya, pastinya masyarakat membagikannya dengan senang hati. Bahkan bisa menjadi alat kampanye yang tepat dalam mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Dari penjelasan itu bisa kamu lihat betapa kuatnya sosial media untuk kegiatan kampanye di era digital seperti sekarang. Kamu yang mau mendukung pasangan pilihan kamu, gunakan saja akun media sosial kamu dengan memposting konten yang mendukung aksi mereka demi memenangkan presiden pilihan di pemilihan umum 2019.

Agar lebih efektif, pakai dulu jasa belifollowers.com yang bisa menambahkan jumlah pengikut dalam waktu singkat. Jangan lupa pilih dulu akun mana yang mau ditambahkan. Semakin banyak followers, maka semakin cepat konten dukungan kamu dibagikan dan dibaca oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat di WhatsApp
Wulandari
Jumlah pesanan 250000.00 IDR
13 jam yang lalu
 
mamacommid
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
1 minggu yang lalu
 
ray
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
1 minggu yang lalu
 
ray
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
1 minggu yang lalu
 
Rsbp
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
1 minggu yang lalu