Partai Politik Harus Giat Berkampanye Media Sosial

Generasi manusia selalu berganti seiring waktu. Orang-orang tua secara perlahan digantikan dengan generasi-generasi yang lebih muda. Seperti yang terjadi sekarang ini, di mana generasi di Indonesia sudah mulai didominasi kaum milenial yang lahir sekitar 1980-an sampai awal 2000-an.

Generasi ini adalah wajah baru yang harus kita akui memiliki pemikiran berbeda dari generasi sebelumnya. Generasi ini pula sangat melek teknologi. Mereka, secara aktif menjadi pengguna internet dan media sosial yang terus berkembang.

Meskipun pengguna internet tidak hanya dari kalangan milenial (tetapi juga dari generasi sebelum dan sesudah mereka) nyatanya kaum milenial adalah pendominasi internet, sekaligus secara hukum sudah mampu memberikan suara mereka untuk keperluan politik.

Mereka memiliki hak suara yang legal secara hukum, entah itu untuk memilih calon kepala daerah, provinsi, hingga presiden. Hal tersebut adalah salah satu alasan, apabila partai politik ingin berkembang ke arah yang lebih maju, mereka tidak bisa mengabaikan para pemuda milenial ini.

Di era digital ini, melek internet tidak hanya dibutuhkan kaum muda, tetapi juga para generasi lama yang harus menyesuaikan diri dengan perkembangan budaya. Kita tidak bisa selamanya terpaku dengan cara-cara di masa lalu, yang sebenarnya tidak efektif lagi jika diterapkan di zaman sekarang. Terutama jika target Anda adalah kaum muda yang memegang suara cukup besar.

Berkampanye Media Sosial untuk Menggaet Massa di Kalangan Milenial
Namun? Harus bagaimanakah menggaet para milenial yang kritis dan progresif ini? Salah satunya adalah lewat media sosial.

Seperti namanya, media sosial merupakan alat atau wadah untuk bersosialisasi secara maya. Penggunanya tidak memiliki batasan seperti di dunia nyata. Mereka bisa saling berkomunikasi dan berbagi informasi kapan saja dan di mana saja. Tidak ada batas ruang yang menghalangi, dan selama apa pun informasi tersebut dibagikan tetap bisa diakses oleh orang lain apabila pemilik informasi tersebut tidak secara sengaja menghapusnya sendiri.

Informasi di media sosial sangat cepat pergerakannya. Hari ini Anda memposting sebuah konten, keesokan harinya bisa saja konten tersebut sudah dibaca oleh ratusan, ribuan, bahkan jutaan masyarakat di dunia. Inilah mengapa, bagi mereka yang ingin menyebarkan informasi secara cepat dan viral, media sosial adalah solusi paling mudah untuk diterapkan.

Hal tersebut juga menjadi alasan mengapa para tim sukses capres-cawapres sangat getol melakukan kampanye lewat media sosial. Bahkan dari pihak KPU, memiliki aturan sendiri bagi partai politik yang ingin berkampanye menggunakan media sosial. Itu menandakan bahwa pergerakan di dunia maya sudah diakui dan mempengaruhi jumlah suara para pendukung partai politik.

Tidak hanya bagi para tim sukses, banyak juga politisi yang secara aktif menyuarakan pendapat mereka di media sosial. Para politisi ini, perlahan-lahan menciptakan branding untuk diri mereka sendiri. Baik dan buruk mereka di mata masyarakat, sekarang bukan hanya dilihat dari seberapa sering mereka berinteraksi dengan masyarakat secara langsung, tetapi juga bagaimana mereka dapat bersosialisasi dengan baik dengan para pengguna internet.

Ucapan dan gerak-gerik para politisi yang berpengaruh dalam dunia politik sering diawasi oleh warganet, dan hal itu bisa menjadi menguntungkan atau pun merugikan sesuai dengan perilaku mereka sendiri.

Di masa-masa pesta politik seperti sekarang ini, di mana sebentar lagi akan diadakan pemilihan calon dan wakil presiden, para calon ini harus melek akan kekuatan kaum milenial di media sosial. Mereka harus memiliki strategi dan cara yang lebih agresif untuk menggaet warganet yang masih muda-muda ini.

Sebab, kredibilitas capres dan cawapres di mata milenial, akan sangat mempengaruhi keberhasilan mereka nanti dalam pemilihan sesungguhnya. Oleh sebab itu, ada baiknya para capres dan cawapres ini memiliki tim sukses sendiri yang bergerak di dunia maya.

Banyak cara sebuah akun pendukung partai politik dilirik masyarakat. Pertama, dengan membuat konten kampanye menarik dan viral. Ke dua, memiliki misi dan visi yang benar-benar disukai masyarakat. Namun, apabila terlalu sulit menggaet massa, cara paling cepat adalah dengan cara membeli followers media sosial untuk memancing followers sesungguhnya.

media sosial, kampanye, dan kaum milenial
Anda bisa mencoba untuk membeli followers di belifollowers.com yang menyediakan followers secara cepat dengan membayar sejumlah biaya. Followers tersebut dapat menjadi pancingan untuk para pengguna media sosial yang lain. Ketika mereka melihat jumlah followers akun Anda banyak, tingkat kepercayaan mereka terhadap Anda meningkat, dan kemungkinan mereka mengikuti akun Anda akan lebih besar.

Namun, followers yang besar juga harus diimbangi dengan keaktifan Anda dalam bermedia sosial. Sebagai juru kampanye, tentu Anda juga secara rutin diharapkan mampu membagi visi dan misi kepada massa di media sosial. Tanggapan-tanggapan dan pemikiran yang baik, maju, dan bermanfaat akan menjadi pemicu paling ampuh untuk mencari massa di media sosial. Ketika visi dan misi sebuah partai politik sangat selaras dengan warganet, simpatisan akan datang satu demi satu dan menjadi pemilih potensial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ed
Jumlah pesanan 0.00 IDR
4 hari yang lalu
 
Teresia
Jumlah pesanan 0.00 IDR
6 hari yang lalu
 
Erick
Jumlah pesanan -75000.00 IDR
1 minggu yang lalu
 
Tati
Jumlah pesanan 95000.00 IDR
1 minggu yang lalu
 
Cindy
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
2 minggu yang lalu
 
Kenapa bayar lebih kalau bisa kurang?
Gunakan voucher code: IWANTLESS pada saat checkout.
Dan dapatkan potongan harga 10-20%*!
Tetap yang paling aman, berkualitas dan garansi 1 tahun.
*Tingginya potongan diskon dapat berubah setiap saat.