Media Sosial yang Mulai Mempengaruhi Dunia Politik

Zaman sudah semakin modern, sehingga sebagian besar dunia teknologi ikut mengalami kemajuan. Hal itu pun akhirnya memberi dampak yang cukup besar bagi kehidupan manusia. Dari beberapa aspek kehidupan, manusia kini sudah semakin gampang dan cepat dalam mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Media sosial contohnya. Dengan memakai medsos, kita bisa mendapatkan banyak informasi tidak hanya dari dalam negeri saja, tapi juga luar negeri. Bahkan tidak hanya untuk mencari informasi, medsos juga biasa dipakai untuk berkomunikasi dengan teman mau pun keluarga yang jaraknya jauh dari kita.

Tidak hanya itu saja. Tidak sedikit anak-anak muda yang memakai media sosial untuk dijadikan lahan sumber uang mereka. Memang harus memiliki cukup keahlian untuk mengembangkan akun medsos yang mereka punya sebagai sumber pendapatan. Tapi dengan meningkatkan skill yang dimiliki, tentu hal itu bisa saja memungkinkan.

Dengan menargetkan siapa yang menjadi konsumennya, kita pun akan gampang mendapatkan jumlah pengikut mau pun penonton yang diinginkan. Dalam mencari target sebenarnya cukuplah mudah. Seiring berkembangnya dunia teknologi, sudah semakin banyak kalangan masyarakat yang memakainya.

Di Indonesia, hampir semua kalangan sudah mempunyai akun media sosial sendiri. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Bahkan, pejabat pemerintah pun sudah mempunyai akun sendiri sebagai media informasi mau pun ruang publik bagi masyarakat tanah air.

Kalangan pejabat pemerintah, seperti partai politik, terlebih lagi pasangan calon presiden, memakai media sosial bukan untuk informasi personal, melainkan menyebarkan visi dan misi yang mereka punya. Dengan kata lain, medsos kini sudah mulai memasuki dunia politik, terutama menjelang pemilu capres 2019 nanti.

Kenapa kalangan pemerintah mulai berani menggunakan ranah dunia maya? Hal itu diakibatkan karena semakin banyaknya pengguna medsos di Indonesia, sehingga menjadi ruang publik yang pas untuk menarik simpati mereka. Tidak heran kalau beberapa pihak dari capres berusaha menyebarkan atau menunjukan segala aktivitas di masyarakat agar rakyat mempercayai mereka.

Mereka pun juga sering menunjukan gagasan atau pendapatnya ke masyarakat melalui media sosial agar rakyat juga mengetahui apa yang akan dilakukan capres saat mereka terpilih nantinya. Karena itu, dunia maya memang sudah dianggap menjadi tempat yang cocok untuk menarik simpati rakyat tanah air.

Selain untuk berkomunikasi, media sosial dipakai untuk berkampanye

Seperti yang sudah sempat di singgung sebelumnya, medsos tidak hanya dipakai untuk menyebarkan informasi, tapi juga untuk berkomunikasi dua arah. Di sinilah kesempatan pihak partai politik untuk mengetahui seberapa besar dukungan masyarakat kepada mereka menjelang pemilu capres 2019 nanti. Ketika pihak tertentu memposting sesuatu mengenai kabar calon presiden dan calon wakil presidennya, pastinya ada warganet yang memberi komentar untuk memberikan tanggapan suka atau tidak suka.

Pihak tersebut tentu akan mempelajari tanggapan dari masyarakat tersebut, sehingga bisa menjadi bahan untuk dipertimbangkan selama masa kampanye. Ketika visi misi dilontarkan melalui media sosial juga, pihak capres tertentu pasti juga bisa langsung mengetahui seberapa besar rakyat tertarik dengan kinerja mereka nantinya.

Tapi, kekuatan media sosial memang sangat besar. Ketika sebuah informasi diposting di dunia maya, pastinya akan langsung cepat menyebar dalam sekejap. Tidak sedikit akun yang nantinya akan saling posting ulang atau menyebarluaskannya ke lingkup yang lebih besar, sehingga bisa menjadi sebuah isu politik.

Bahkan, di waktu sekarang ini di mana sedang terjadi masa-masa kampanye pemilu capres 2019, membuat sebuah aspirasi mengenai isu politik bisa menjadi sebuah kesalahan yang besar, bahkan bisa dibawah ke pihak kepolisian dan meja hijau.

Kolom komentar dunia maya memang sedang panas-panasnya jika sedang membicarakan isu pemilu kedua capres saat ini. Tidak heran kalau sebagian akun harus menutup kolom komentarnya ketika memposting masalah atau kondisi politik di Indonesia. Hal itu harus mereka lakukan agar netizen lainnya tidak bisa memberikan tanggapan apa pun mengenai apa yang sudah dipostingnya.

Jika kolom komentarnya tetap dibuka, sudah jelas akan ada banyak warganet yang saling serang menyerang untuk mempertahankan ideologi atau dukungan mereka terhadap partai politik mau pun capres yang mereka pilih. Seluas-luasnya rakyat mempunyai hak bersuara di media sosial, terkadang ranah publik bisa menjadi perang komentar yang panas.

Sudah banyak contoh kasus yang diakibatkan oleh isu politik yang menjadi polemik di masyarakat. Ada yang mendukung pihak tertentu, ada pula yang menyinyirnya. Memang media sosial sekarang ini sangat gampang mempengaruhi kehidupan kita, bahkan dalam dunia politik.

Pada dasarnya, kembali lagi pada diri masing-masing. Ketika pihak tertentu hanya ingin menjelaskan sebuah informasi, ide, atau visi misi untuk kebutuhan pemilu capres 2019 melalui media sosial, sebagai warganet harus pintar-pintar dalam memberi tanggapan atau komentar. Jika tidak, masalah keributan dalam dunia maya pun bisa terjadi kapan pun.

Gunakanlah media sosial secara bijak, misalnya untuk membantu capres pilihan menang di pemilu nanti. Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya meng-share aktivitas terbaik mereka ke teman-teman akun kamu. Jangan lupa tambahkan follwers kamu agar semakin gampang menyebarluaskannya. Pakai jasa belifollowers.com untuk akun kamu, seperti Instagram atau Facebook supaya lingkup posting kamu semakin besar dan capres pilihan kamu bisa menang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat di WhatsApp
Mahendra
Jumlah pesanan 95000.00 IDR
3 hari yang lalu
 
Awwa
Jumlah pesanan 250000.00 IDR
1 minggu yang lalu
 
fransescor
Jumlah pesanan 175000.00 IDR
1 minggu yang lalu
 
Harshanty
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
2 minggu yang lalu
 
Andrian
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
2 minggu yang lalu