Tips Ampuh Mengurangi Kecanduan Bermain Sosial Media

Sudah tidak asing lagi keberadaan sosial media di kehidupan sehari-hari kita. Berbagai macam kegiatan tidak jarang kita posting di akun pribadi kita agar bisa dilihat oleh pengguna sosmed lainnya. Selain itu, sosmed seperti Twitter juga memiliki manfaat, yakni bisa saling berbagi informasi, mencari teman baru, atau sekedar untuk jualan online.

Meskipun ada dampak postifinya, tentu ada dampak negatifnya jika Anda terlalu sering menggunakan sosial media. Menurut pakar psikolog, penggunaan sosmed yang terlalu berlebihan dapat memicu gangguan kejiwaan, seperti mudah stress dan marah, lalu bisa juga menimbulkan kecemburuan sosial.

Kecemburuan sosial yang paling mudah dialami. Saat melihat postingan-postingan seseorang yang memamerkan kekayaannya, mulai dari barang branded sampai tempat tinggal yang mewah, tidak jarang pengguna lain juga ingin kehidupan yang seperti itu. Pada akhirnya mereka rela melakukan apa saja agar mendapatkan keinginannya untuk menikmati kehidupan yang mewah. Dalam hal tersebut dikenal sebagai pansos atau panjat sosial.


Jika Anda biarkan begitu saja memakai sosial media terus menerus, Anda tidak akan bahagia dari diri sendiri. Karena itulah, Anda harus kenali terlebih dahulu cara mengurangi kecanduan bermain sosmed yang ampuh di bawah ini.

1. Batasi waktu bermainnya
Agar Anda bisa mengurangi waktu bermain sosial media, Anda dapat membatasi waktu bermainnya. Misalnya saja Anda sering membuka sosmed Facebook untuk kepo dengan kehidupan orang lain atau mencari keseruan lainnya, tentu Anda harus membutuhkan waktu berjam-jam, bukan untuk melihat satu per satu postingannya? Ada baiknya jika Anda batasi terlebih dahulu berapa lama Anda membuka sosmed FB-nya.

Jika Anda biasanya membukanya selama 4 hingga 5 jam atau bahkan lebih setiap harinya, usahakan Anda meniatkan diri untuk membukanya hanya 1 atau 2 jam saja. Kalau menurut Anda masih sulit dilakukan, tidak ada salahnya menguranginya perlahan-lahan. Namun ingat, lakukan dengan konsisten agar kecanduan Anda tidak semakin parah.

2. Jangan membuka sosmed saat sedang galau atau marah
Galau bisa dirasakan siapa saja saat mengalami putus cinta, dipecat dari perusahaan, dimarahi atasan, dan sebagainya. Begitu pula saat Anda marah yang bisa berasal dari orang yang membuat Anda kesal atau lainnya. Meskipun perasaan Anda sedang galau atau marah, ada baiknya Anda jangan membuka akun sosial media Anda terlebih dahulu.

Kenapa tidak diperbolehkan membuka sosmed? Ketika Anda sedang dalam kondisi marah atau galau, tentu pikiran akan mudah berubah-ubah. Kalau tidak bisa mengontrolnya, maka akan berubah menjadi pikiran negatif. Pikiran tersebutlah yang membuat kita akan mudah terpancing membuat postingan yang negatif pula, seperti menyindir orang yang bersangkutan, menggunakan kata-kata kasar, dan sebagainya.

Ada baiknya Anda jauhkan diri dari penggunaan sosial media. Masalah Anda adalah privasi. Lebih baik Anda ceritakan saja pada orang terdekat Anda dan jangan melalui postingan sosial media Anda.

3. Melakukan hobi
Setiap orang pasti memiliki hobinya masing-masing, baik itu menyanyi, menggambar, bermain musik, memasak, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hobi biasanya disalurkan dengan membuat suatu karya. Jika Anda suka bernyanyi, pastinya Anda akan bernyanyi dengan iringan musik, begitu juga Anda yang punya hobi melukis, karya yang dibuat adalah lukisan tangan Anda.

Tentu saja membuat sebuah karya tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Sama halnya saja dengan membaca buku. Isi buku tidak bisa Anda selesaikan dalam waktu beberapa jam saja, bahkan ada yang perlu diselesaikan selama berhari-hari. Dari membiasakan diri mengisi waktu luang dengan hobi, tentu saja kita tidak akan menyentuh sosial media kita.

Berbeda jika Anda ingin menunjukan keahlian Anda ke orang lain. Sosial media memang menjadi cara tercepat agar orang lain bisa mengapresiasi kemampuan Anda dalam hobi yang Anda lakukan. Anda yang ingin membuat videonya, bisa langsung mengunggahnya ke Youtube. Jika Anda beruntung dan selalu konsisten mengunggahnya, medsos tersebut akan menghasilkan Anda uang.

4. Menyadari media sosial bukan dunia nyata
Pasti Anda sudah tahu kalau sosial media bukanlah dunia nyata, melainkan dunia maya. Anda yang tidak ingin mudah kecanduan sosmed lagi yaitu dengan menyadari jika medsos bukanlah termasuk dunia nyata Anda. Dalam artian lain, media sosial bisa dianggap sebagai panggung sandiwara saja.

Kenapa hanya sebagai panggung sandiwara saja? Sudah jelas terlihat kalau sudah tidak sedikit penggunanya yang membagikan foto maupun videonya tanpa berdasarkan kenyataannya. Dari postingannya terlihat asyik, seru, intinya tidak membosankan, padahal di baliknya bisa terjadi sebaliknya.

Contohnya saja tidak jarang pengguna Instagram terlihat menyenangkan dari unggahannya tapi kenyataannya mereka merasa kesepian. Maka dari itulah, Anda sudah harus menyadari kalau sosmed hanya panggung maya saja, bukan dunia nyata.

Memakai sosial media memang harus dilakukan secara bijak dan perlu membatasinya agar tidak terlalu kecanduan. Namun, Anda dapat memanfaatkannya untuk hal positif seperti jualan online. Hampir semua medsos sudah memberikan fitur menarik agar bisa dipakai penjualnya menarik konsumen.

Agar konsumen Anda semakin bertambah, tidak ada salahnya menambahkan secara praktis dengan memakai layanan belifollowers.com. Dalam hitungan menit, followers Anda akan bertambah dan jualan Anda pun akan semakin ramai konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

fahmi
Jumlah pesanan 0.00 IDR
1 hari yang lalu
 
top
Jumlah pesanan 0.00 IDR
2 hari yang lalu
 
Fatah
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
2 hari yang lalu
 
Ihsan
Jumlah pesanan 157500.00 IDR
3 hari yang lalu
 
Nico
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
4 hari yang lalu
 
Kenapa bayar lebih kalau bisa kurang?
Gunakan voucher code: IWANTLESS pada saat checkout.
Dan dapatkan potongan harga 10-20%*!
Tetap yang paling aman, berkualitas dan garansi 1 tahun.
*Tingginya potongan diskon dapat berubah setiap saat.