Tipe-tipe yang Nggak Harus Kamu Follow di Sosial Media

Generasi millenial sudah nggak asing dengan keberadaan sosial media. Sekarang banyak banget sosial media yang dipakai anak-anak muda kekinian buat post kesehariannya atau sekedar menulis teks saja. Twitter misalnya. Penggunanya bisa post apa saja, mulai dari teks, foto, video, sampai share postingan orang lain.

Nggak hanya sekedar posting-posting saja, kamu juga bisa mencari teman baru dari belahan dunia lain. Karena ada keseruan-keseruan itu, nggak heran banget deh kalau penggunanya nggak gampang lepas dari kecanduan bermedia sosial. Tapi, tahu nggak sih kalau itu bisa merusak kesehatan kamu, nggak secara mental tapi juga emosional dan psikologi kamu?

Yups, teman sosial media bisa membuat kamu gampang stress, belum lagi dengan postingan-postingannya yang nggak berfaedah. Perlu banget kamu hindari tipe-tipe pengguna media sosial itu.


1. Orang yang suka banget mengkritik
Selain memberikan energi positif saat memakai media sosial, ternyata sosmed juga bisa memberikan energi negatif. Di antara teman-teman pengguna yang lain, pernah nggak sih kamu lihat postingan mereka tentang kritikan mengenai sesuatu, entah pekerjaannya, acara TVnya, atau makanan yang baru saja mereka santap?

Kalau memang isinya tentang kritikan yang bernilai, masih nggak masalah deh kamu follow mereka. Tapi yang isinya kritikan terlalu berlebihan dan nggak berfaedah, siap-siap saja deh kamu unfollow mereka. Terlalu banyak membaca kritikan orang bisa membuat kamu pusing dan strees. Intinya hanya akan memberikan kamu energi negatif saja sepanjang hari.

2. Orang yang nggak punya privasi
Privasi sangat penting banget kamu jaga. Orang lain hanya perlu tahu kamu sekedarnya saja dan jangan berikan privasimu yang terlalu berlebihan. Tapi, di antara pengguna media sosial, ada saja tipe-tipe pengguna yang nggak pernah bisa jaga privasinya.

Nggak jarang atau bahkan setiap hari mereka selalu membagikan kehidupan pribadinya terlalu berlebihan, di Instagram misalnya. Mulai dari masalah keluarga, pacar, sampai kesehatan mereka. Padahal mengumbar-umbar privasi nggak banget dilakukan loh. Tipe seperti itu mencerminkan mereka haus kasih sayang dan menginginkan pengguna sosial media lain merespon postingan mereka.

Daripada kamu mengikuti postingan privasi orang lain, mendingan kamu mencari kegiatan yang lebih produktif, seperti berjualan online.

3. Orang yang menyebar hoax
Era teknologi yang semakin maju seperti sekarang nggak hanya memberikan dampak positif dari bidang informasinya, tapi juga dampak negatifnya. Sosial media yang dijadikan alat mencari pertemanan atau seru-seruan, bisa menjadi media informasi yang bisa kamu manfaatkan. Tapi hati-hatilah. Nggak semua informasi yang dibagikan pengguna lainnya itu benar apa adanya.

Ada loh yang penggunanya suka menyebar berita bohong atau kita kenal sebagai hoax. Berita-berita itu gampang banget kamu temukan di media sosial Facebook, karena sebagian besar orang memakai platform itu, bahkan kalangan penggunanya lebih besar, mulai dari anak-anak SD sampai orang dewasa.

Tipe orang penyebar hoax biasanya suka banget mencari kontroversi sehingga memancing keributan di antara pihak-pihak tertentu. Nggak jarang juga mereka yang sudah membuat hoax akan mengomentari postingannya pertama kali (memakai akun lainnya) dengan ungkapan SARA. Nggak banget deh kalau kamu ikuti teman yang seperti itu. Bisa-bisa pemikiranmu menjadi nggak terbuka dengan berita sebenarnya.

4. Orang yang suka pamer
Tipe pengguna lainnya yang nggak layak kamu follow adalah orang yang suka pamer. Media sosial sering banget menjadi media yang memamerkan apa yang penggunanya punya atau yang sedang dilakukan. Kalau pamernya masih dalam batas yang wajar, nggak masalah saja kamu tetap follow karena nggak buat kamu sebal. Beda lagi kalau pamernya sudah berlebihan dan merendahkan status orang lain, langsung siapkan jarimu buat unfollow deh.

Postingan pamer biasanya dilakukan anak-anak muda yang masih di usia mencari kepribadiannya. Kalau kegiatannya atau barang yang dipamerkannya berasal dari finansial kerja sendiri, masih dianggap wajar. Tapi kalau hanya mengandalkan kekayaan orang tua, nggak banget deh.

Hal itu bisa memicu sikap iri dari pengguna lainnya. Mereka yang nggak bisa menikmati kekayaan seperti itu hanya akan merasa iri dan pastinya mau melakukan apa saja agar bisa memakai barang-barang branded atau liburan mewah. Daripada kamu mengikuti orang yang berfaedah itu, mendingan kamu follow akun lain yang lebih informatif dan menambah wawasan kamu.

Tipe-tipe pengguna sosial media yang membawa energi negatif sebaiknya kamu hindari saja. Jangan sampai kamu ikut-ikutan yang bisa membuat kamu dan orang lain malah rugi. Mendingan kamu pakai media sosial sebagai lahan uang kamu. Dari media sosial, kamu bisa mendapatkan uang dari cara berjualan online atau memposting konten yang bermanfaat.

Seperti halnya Youtube. Kamu bisa membagikan video tutorial atau video seru lainnya yang membuat pengguna lainnya tertarik mengikuti video kamu. Tentu saja semakin banyak orang yang menontonnya, akan semakin banyak juga uang yang akan kamu dapatkan.

Tapi jangan lupa, tingkatkan dulu jumlah followers-nya agar semakin banyak orang yang mau mengikuti akun sosial media kamu. Ada acara curangnya yaitu membeli followers. Kamu bisa dengan gampang mendapatkan followers dengan memakai jasa belifollowers.com. Dengan cepat, mereka akan memberikan jumlah followers ke akun kamu sesuai permintaan kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat di WhatsApp
Tammy
Jumlah pesanan 345000.00 IDR
3 hari yang lalu
 
Seravina
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
4 hari yang lalu
 
sapwaturrahman
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
4 hari yang lalu
 
nold
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
4 hari yang lalu
 
Akmal
Jumlah pesanan 250000.00 IDR
5 hari yang lalu