Poin-poin Penting Media Sosial untuk Kampanye Pilpres

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi kalau media sosial membawa dampak yang cukup besar bagi kebutuhan hidup masyarakat. Beberapa aplikasi sosmed terkemuka yang pada umumnya dipakai pengguna internet adalah Youtube, Facebook, Twitter, dan Instagram. Fungsi dari penggunaan sosmed memang sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Ketika kamu sedang berada di luar kota atau luar negeri, kamu bisa tetap berkomunikasi bahkan mengetahui kabar atau aktivitasmu sehari-hari dengan memakai sosmed kamu. Orang lain bisa mendapatkan informasi terkini kamu ketika kamu memposting aktivitas terakhirmu. Tentu hal yang seharusnya terkait personal atau pribadi sudah mulai berubah menjadi ranah publik setelah kehadiran sosial media.

Orang lain akan mengetahui secara jelas apa yang kamu lakukan pada saat itu, bahkan mereka juga bisa tahu perasaan apa yang sedang kamu alami ketika kamu memposting isi curahan hatimu di halaman sosmed kamu. Yang membacanya pastinya tidak hanya satu atau dua orang saja, melainkan semua orang yang menjadi pengikut atau followers kamu.

Karena penyebarannya sangat cepat, tidak heran kalau banyak pejabat pemerintah menggunakannya untuk media kampanye. Tidak hanya pejabat pemerintah untuk partai tertentu saja, terlebih kandidat calon presiden dan calon wakil presiden. Media sosial menjadi sebuah ruang publik untuk mereka menyebarkan segala informasi mereka mengenai kampanye pilpres.

Tahun 2018 sampai 2019 merupakan masa politik yang sangat panas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Media sosial mana pun tidak henti-hentinya membahas isu-isu dunia politik. Mulai dari masalah yang sepele hingga situasi yang besar selalu saja menjadi perbincangan di sosmed, sehingga masyarakat memberi segala komentar dan pendapatnya secara terbuka.

Di tahun 2019 ini, Indonesia yang sedang mengalami kesibukan dalam mengurus pemilu legislatif dan pemilihan presiden maupun wakil presiden. Tentu saja dari beberapa bulan terakhir ini akun sosial media tanah air sedang dihebohkan berita-berita mengenai informasi para kandidat yang terpilih.

Ketika media sosial dipakai untuk kampanye pilpres, jutaan pengguna internet di Indonesia tentu tertuju pada postingan-postingan semua berita para kandidat terpilih. Saat salah satu kandidat memposting kegiatan mereka bersama di suatu daerah, pastinya pihak lawan akan menyerang dengan melontarkan kritikan-kritikan melalui halaman komentar mereka meskipun bukan dari kandidatnya langsung.

Biasanya, pengguna internet atau netizen lah yang lebih aktif dalam merespon segala hal yang diposting mengenai pasangan kandidat. Komentar-komentar mereka tentu ada yang netral atau tidak berpihak, bahkan hanya menjadi silent reader saja karena tidak ingin ikut campur dengan urusan politik.

Berhatilah-hatilah berkampanye melalui sosmed

Sebenarnya memang tidak mudah membahas politik jika kita hanya berspekulasi saja tanpa adanya kebenaran. Selain menjadi tempat untuk berkampanye, media sosial sering kali menjadi lahan untuk menyebar fitnah atau hoax. Di masa kampanye pilpres seperti sekarang, banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab membuat hoax mengenai pasangan kandidat tertentu untuk saling menjatuhkan.

Dengan situasi yang tidak terkontrol, media sosial bisa saja berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Kampanye pilpres sudah tidak lagi menjadi tidak sehat, karena ada pihak-pihak tertentu ingin menjatuhkan lawannya dengan memakai senjata isu yang belum tentu ada kebenarannya.

Bagi orang-orang yang tidak terdidik secara benar dalam menggunakan dunia maya, tentu akan sangat gampang sekali percaya, sehingga langsung mengambil kesimpulan bahwa isu tersebut adalah benar adanya. Dari situlah kita bisa melihat kalau sosial media mempunyai kelemahan, yaitu apa yang sudah terposting di internet, sudah pasti tidak akan bisa ditarik kembali.

Misalkan saja ketika kampanye, salah satu kubu pasangan partai membahas isu-isu yang belum tentu benar mengenai lawannya. Dalam beberapa jam saja, tentu masyarakat akan langsung mengetahui informasi tersebut dan dalam sekejap spekulasi-spekulasi terus bermunculan. Meski sudah dihapus postingan tersebut, masyarakat tentu tidak akan diam saja dan tetap membahasnya.

Ada beberapa poin media sosial harus diperhatikan dalam berkampanye. Pertama, media sosial bukanlah produk pers. Jadi, ketika orang tertentu melakukan transaksi atau bertukar informasi untuk keperluan berita di medsos, mereka tidak akan dikenakan hukuman perundangan apa pun karena memang tidak termasuk UU no. 40/1999 mengenai Pers.

Kedua, masyarakat harus selektif dalam menerima berita yang beredar di media sosial. Pengguna dunia maya jangan menelan mentah-mentah segala berita yang beredar, karena belum tentu kebenarannya. Kalau kamu mau menyebarluaskannya, sebaiknya kamu pikirkan kembali dan harus mempertanggungjawabkannya.

Ketiga, pemerintah harus mengambil langkah tegas terkait penyebaran isu atau hoaks, apalagi selama kampanye pilpres ini. Ketika netizen yang tidak bertanggung jawab terus mengeluarkan isu yang tidak jelas, tentu bisa memperkeruh suasana kampanye, sehingga menjelang pilpres pun menjadi tidak aman atau terkendali.

Ingatlah poin media sosial saat berkampanye

Yang paling penting, lebih baik kamu tetap menjaga etika dalam bermedia sosial agar tidak terjadi pecah belah antar masyarakat. Kamu bisa membantu kandidat terpilihmu menang pada pemilu nanti dengan membagikan konten positif mengenai mereka di akun sosmed kamu.

Agar lebih gampang tersebar atau mencapai viral, sebaiknya kamu tambahkan dulu link pertemanan kamu di akun sosmednya. Caranya gampang yaitu memakai jasa belifollowers.com saja. Pilih saja akun sosmed yang mau kamu tambahkan, lalu dalam sekejap followers kamu akan bertambah.

Dengan begitu, kamu akan gampang mengshare ke followers kamu mengenai pasangan kandidat pilihanmu. Semakin banyak yang mengetahui hal positif kandidat terpilih, maka kesempatan menang semakin besar selama kampanye pilpres.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat di WhatsApp
Indra
Jumlah pesanan 95000.00 IDR
3 minggu yang lalu
 
Indra
Jumlah pesanan 95000.00 IDR
3 minggu yang lalu
 
Verdi
Jumlah pesanan 95000.00 IDR
3 minggu yang lalu
 
Indra
Jumlah pesanan 95000.00 IDR
4 minggu yang lalu
 
Agus
Jumlah pesanan 95000.00 IDR
4 minggu yang lalu