Mencegah Persebaran Berita Hoax dengan Menambah Literasi

Mencegah Persebaran Berita Hoax dengan Menambah Literasi (1)

Mencegah Persebaran Berita Hoax dengan Menambah Literasi – Teknologi menyebabkan banyak perubahan di kehidupan manusia. Orang-orang semakin mudah menyampaikan suatu informasi kepada orang lain. Salah satu bentuk informasi yang banyak disampaikan seseorang kepada orang lainnya adalah berita. Berita yang disampaikan mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan, seperti kedekatan, keterbaruan dan lain sebagainya. Namun, sekarang ini banyak juga informasi berupa berita yang disebarkan tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu dengan pihak terkait.

Berita yang belum jelas kebenarannya banyak tersebat dan disebut orang dengan berita hoax. Berita hoax sendiri bukan suatu berita yang mengandung kebohongan. Hanya saja, kebenaran informasi yang di dalam berita belum sepenuhnya bisa dibuktikan kebenarannya. Banyak orang yang hanya latah menyebarkan informasi tanpa mengecek terlebih dahulu sumber berita darimana asalnya.

Berita hoax yang banyak beredar di masyarakat bisa banyak ditemukan di media sosial. Media sosial menjadi lahan subur bagi berita hoax untuk dapat tersebar secara mudah. Terlebih lagi, sekarang ini ada fenomena citizen journalism. Citizen journalism memungkinkan semua orang untuk mengabarkan informasi apapun kepada orang lain. Hal yang dikhawatirkan dari citizen journalism adalah tidak adanya pengetahuan dasar yang dimiliki seseorang untuk memberitakan suatu peristiwa.

Peristiwa yang terjadi bisa dikatakan hanya dikabarkan seadanya. Fokus yang menjadi perhatian para citizen journalism adalah konten yang dibagikan menjadi viral dan mendapat banyak sekali perhatian dari warga net. Citizen journalism banyak ditemukan pada media sosial yang sering digunakan oleh orang-orang.

Biasanya, citizen journalism disampaikan dalam bentuk video. Itulah mengapa instagram dan youtube seringkali menjadi media yang digunakan oleh para pelakunya. Pada media sosial instagram, video hanya bisa diputar selama 1 menit. Dari situ, isi pemberitaan jauh lebih ringkas. Biasanya apabila konten yang dibagikan dalam video tidak terlalu lengkap, ada tambahan keterangan di bawah video tersebut.

Berbeda halnya dengan citizen journalism yang ada di youtube. Youtube memang suatu wadah yang berisi banyak video yang tersebar di seluruh penjuru dunia dengan durasi waktu yang beragam. Hal tersebut menjadi keuntungan lebih bila dibandingkan dengan media sosial instagram. Namun, banyak pula orang-orang yang menggunakan keduanya. Biasanya, cuplikan citizen journalism diunggah di instagram. Sang pengguna menambahkan keterangan berupa, “untuk melihat versi lengkapnya, silakan kunjungi alamat youtube yang tertera”.

Hal tersebut menyebabkan eksisnya kedua media sosial yang dipunya. Dengan begitu, persebaran informasi kian masif dan tidak dapat dibendung. Masyarakat yang tidak terlalu waspada dengan persebaran berita hoax akan dengan mudah menyebarkan informasi yang telah didapat kepada orang lain.

Masyarakat dengan tipe seperti itulah yang menjadi sasaran para pelaku persebaran hoax. Sangat disayangkan apabila perkembangan teknologi disalahgunakan seperti itu. Motif yang dimiliki penyebar hoax beraneka macam. Bisa dari segi politik ataupun ekonomi. Pemerintah sebagai pihak yang mengeluarkan kebijakan nyatanya belum mampu memberlakukan peraturan yang sesuai.

Masih banyak sekali penyebar berita hoax yang ada sampai sekarang. Kendati demikian, sudah ada beberapa kasus berita hoax yang mendapat perhatian lebih sehingga tersangka dalam kasus tersebut bisa diatasi dengan cara yang semestinya.

Tentunya dengan nalar yang sehat, fenomena ini tidak bisa hanya menyalahkan pemerintah yang belum bisa menangani kasus persebaran berita hoax. Perlu ada kerja sama dari semua pihak untuk menuntaskan permasalahan ini. Selain pemerintah yang akan terus memperbaiki kinerjanya, masyarakat juga perlu berbenah diri. Harus ada suatu tindakan untuk mencegah persebaran berita hoax di media sosial semakin banyak.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan menumbuhkan dan mengembangkan sikap bijak bermedia sosial yang dimiliki masing-masing individu. Dengan memiliki sikap tersebut, persebaran berita hoax akan terhambat. Masyarakat perlu menambah kepekaan untuk terlebih dahulu melakukan verifikasi berita dari 2 atau lebih sumber berita sebelum membagikannya ke orang lain.

Dengan teknologi yang ada tentu saja proses verifikasi akan berjalan lebih mudah. Selain itu, jangan mudah percaya dengan akun berita yang belum terjamin kualitasnya. Sekarang ini banyak sekali sumber berita yang hanya mengedepankan kecepatan untuk menampilkan informasinya tanpa mempertimbangkan keakuratan informasi yang diberitakan.

Selain bijak dalam menggunakan media sosial, masyarakat juga perlu menambah literasi yang dimiliki. Dengan menambah literasi, informasi yang didapat dari kegiatan membaca akan semakin banyak. Buku tidaklah sama dengan berbagai macam artikel yang sangat mudah ditemukan di internet.

Keberadaan buku yang berkualitas akan terjamin informasinya sehingga informasi yang dimiliki seseorang pun menjadi demikian. Ketika masyarakat memiliki tingkat literasi yang tinggi, dapat diprediksi beberapa tahun ke depan persebaran berita hoax akan semakin berkurang. Hal tersebut dikarenakan masyarakat yang ada tidak lagi mudah percaya dengan informasi yang didapat. Dengan membaca buku, terdapat proses penyaringan informasi yang lebih lama sehingga keakuratan yang dimiliki terjamin.

Pola pikir kritis juga akan terus ikut terasah bila literasi semakin menjadi pembiasaan. Bukan berarti semua informasi yang didapat di internet adalah salah. Namun, sumber yang ada seringkali menjadi sumber masalah terhadap persebaran berita hoax yang semakin tidak terkendali.

facebook-fotolikes
Eko
Jumlah pesanan 95000.00 IDR
4 jam yang lalu
 
facebook-fotolikes
Eko
Jumlah pesanan 95000.00 IDR
16 jam yang lalu
 
instagram-followers
Riandy
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
24 jam yang lalu
 
instagram-followers
Oscar kurniawan
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
1 hari yang lalu
 
facebook-fotolikes
Eko
Jumlah pesanan 95000.00 IDR
2 hari yang lalu
 
WhatsApp chat