Ciri-ciri Pengguna Sosial Media yang Sudah Terjangkit FOMO

Nggak bisa jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari, media sosial bisa membuat siapa saja berubah, entah ke hal yang positif atau justru ke hal yang negatif. Dari sekian banyaknya sisi negatif yang sering dialami oleh pengguna sosmed, ternyata tidak sedikit dari mereka yang nggak menyadari kalau mereka terkena sindrom FOMO. Apa sih FOMO?

FOMO alias Fear of Missing Out merupakan sindrom ketakutan yang nggak mau ketinggalan informasi apapun. Dari penjelasan para pakar kesehatan psikologis, sosial media bisa membuat penggunanya merasa FOMO. Di dalam sosmed, sebut saja Facebook, di sana ada banyak sekali informasi yang cepat menyebar, sehingga terlambat sedikit saja mengetahuinya, pengguna akan merasa takut, cemas, sampai gelisah nggak bisa tidur.

Umumnya orang yang suka terkena FOMO ini nggak sadar kalau dirinya juga termasuk terjangkit. Nah, buat kamu yang mau tahu apakah kamu termasuk terkena sindromnya juga atau nggak, bisa lihat di bawah ini ciri-cirinya.

1. Selalu kepo
Kepo atau knowing every particular object adalah sikap keinginan tahuan yang dalam untuk semua objek, sehingga segala cara apapun orang lakukan agar bisa mendapatkan detail mengenai objek itu. Dalam masalah itu, kita akan menghubungkannya dengan sosial media. Kenapa? Karena salah satu ciri-ciri pengguna yang sudah terkena FOMO adalah orang yang suka kepo.

Sebenarnya menurut para ahli kepo itu adalah hal yang wajar karena manusia sendiri punya sifat dasar penasaran. Tapi, kalau sudah dilakukan secara berlebihan, bahkan sampai ketergantungan, tentu dampaknya akan sangat berbahaya. Apalagi kalau yang dikepoin adalah urusan orang lain. Kalau dibiasakan terus, orang akan menganggap kamu sebagai orang yang gampang iri, nggak bahagia, dan selalu cemas dalam kehidupannya.

2. Pencitraan
Kamu pasti sudah nggak asing lagi dengan berita-berita selebgram yang melakukan kebohongan demi popularitasnya kan? Yups, masalah itu memang sudah semakin banyak terjadi belakangan ini. Dilandasi dari sikap kepo yang berlebihan, orang yang sudah terkena FOMO akan menggunakan berbagai cara untuk meningkatkan popularitasnya karena hanya mau mengikuti trend di media sosial.

Misalnya kamu suka membuka Twitter yang thread-threadnya berisi orang-orang yang suka berpergian ke luar negeri. Kamu yang iri dengan kegiatan yang mereka lakukan dan followersnya juga semakin banyak, kamu pun akhirnya bela-belain berhutang atau berbohong untuk mendongkrak citra akun sosmed kamu. Jelas hal itu dilakukan karena pencitraan saja dan sebut saja sebagai social climber.

3. Punya obsesi lebih ke sosial media
Like, komentar, atau love adalah hal yang biasa kita temukan di sosmed, misalnya Instagram. Di IG dan platform sosmed lainnya, setiap kali kamu lihat suatu postingan, kamu bisa melakukan ketiga hal itu. Tentu sebagai orang yang mengupdate statusnya merasa bangga kalau postingannya ramai like, love, atau komentar.

Kalau masih dalam kondisi yang wajar, hal itu biasa saja. Tapi orang yang terjangkit FOMO akan terus menerus update sampai jumlah orang yang berkumpul sangat banyak. Mereka akan gelisah kalau jumlah yang meresponnya sedikit dan melakukan banyak cara agar postingannya mendapat respon lebih.


4. Khawatir absen terlalu lama
Salah satu ciri-ciri pengguna sosial media yang terjangkit FOMO adalah khawatir absen terlalu lama di akun sosmednya. Mereka yang sudah kecanduan trend, pasti akan terus menerus lengkap dengan sumbernya, seperti smartphone atau gadget lainnya. Sebentar saja mereka lepas dari HPnya, mereka akan panik dan cemas, apalagi mereka nggak akan bisa diam untuk mencari-carinya saat lupa diletakan di mana.

Contoh lainnya adalah saat akan tidur. Biasanya orang tidur mematikan gadgetnya atau meletakan jauh-jauh dari dirinya agar tidurnya lebih nyenyak tanpa gangguan. Berbeda dengan pengguna yang menderita FOMO, mereka nggak akan gampang melepasnya, bahkan gadgetnya diletakan di sebelah kepala mereka agar saat ada notifikasi masuk, mereka bisa langsung membalasnya.

Mereka juga nggak mau lama-lama meninggalkan sosmednya. Di setiap kesempatan, misalnya menunggu makanan, menunggu orang, bahkan saat sedang bertemu dengan teman atau keluarga mereka lebih menyibukkan diri ke sosial medianya dan tidak memperhatikan keadaan sekitarnya. Padahal kecanduan seperti itu sudah sangat berbahaya, terutama ketika di jalan yang bisa membahayakan keselamatan penggunanya.

5. Panik saat sosial media mengalami gangguan
Terkadang sosial media mengalami gangguan karena kondisi tertentu, entah dari jaringan yang digunakannya terputus, negara sedang membatasi penggunaannya, atau dari perusahaan platform itu sendiri yang memang sedang terganggu. Di saat itulah, pengguna yang FOMO akan merasa panik karena tiba-tiba jaringan ke akun sosmednya terputus.

Misalnya akun Youtube kamu nggak bisa dibuka entah karena alasan apa. Kamu pasti nggak bisa menonton video atau upload video baru. Hal itulah yang membuat kamu nggak tenang dan nggak nyaman. Seperti berita baru-baru ini seorang anak menangis keras hanya karena nggak bisa akses akun Youtube-nya. Kondisi kecanduan itu yang membuat mental dan emosinya tidak bisa terjaga.

Sebaiknya kamu batasi penggunaan sosial media dan fungsikan ke arah yang lebih positif seperti berjualan. Sebelum itu, tambahkan dulu followersnya agar calon pembelinya semakin banyak. Solusinya bisa kamu beli melalui belifollowers.com yang harganya sesuai dengan paket yang kamu ambil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat di WhatsApp
rinald
Jumlah pesanan 95000.00 IDR
5 hari yang lalu
 
andre
Jumlah pesanan 175000.00 IDR
2 minggu yang lalu
 
abdul rahmad
Jumlah pesanan 250000.00 IDR
2 minggu yang lalu
 
mamacomm
Jumlah pesanan 0.00 IDR
3 minggu yang lalu
 
hendy
Jumlah pesanan 175000.00 IDR
3 minggu yang lalu