Cara Menyikapi Peredaran Berita Hoax di Sosial Media

Cara Menyikapi Peredaran Berita Hoax Di Sosial Media – Sosial media memiliki peran yang cukup banyak dalam memberikan segala informasi kepada masyarakat luas. Dengan sosial media, segala jenis berita akan mudah untuk disampaikan dengan cepat. Namun tak hanya berita yang bermanfaat saja yang bisa didapatkan melalui sosial media, tak jarang berita bohong atau hoax pun bertebaran di jejaring sosial.

Penggunaan sosial media kini tak hanya dapat digunakan sebagai salah satu sarana komunikasi yang efektif, akan tetapi juga sering digunakan oleh banyak oknum tak bertanggung jawab untuk menyebarkan fitnah, kebencian dan berita bohong yang meresahkan masyarakat.

Banyak pihak yang menggunakan sosial media, untuk menyebarkan beberapa informasi negatif yang dapat membahayakan generasi bangsa. Berita hoax yang terlanjur disebarkan melalui sosial media secara mudah membuat kegaduhan ditengah masyarakat.

Dengan bahaya yang ditimbulkan oleh adanya berita bohong tersebut, maka pemerintah mengambil tindakan untuk mengurangi dalam penyebaran hoax dengan cara menyusun Undang-Undang yang berisikan mengenai sanksi yang akan diberikan bagi para pengguna sosial media yang membuat dan menyebarkan berita hoax.

Tak hanya pemerintah saja yang selalu pro aktif dalam memberantas penyebaran berita hoax, di himbau juga kepada masyarakat luas untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam menerima berita untuk kemudian menyebarkannya.

Seseorang yang memberikan berita bohong dan kemudian menyebarkannya, akan dijerat dengan pasal 310 dan 311 KUHP serta Undang-Undang ITE. Sebelum mulai menyebarkan sebuah berita, sebaiknya masyarakat mengecek terlebih dahulu kebenaran berita tersebut. Karena jika hoax terlanjur tersebar akan membuat keresahan dalam masyarakat.

Mengantisipasi Berita Hoax Dari Sosial Media

Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia memungkinkan perkembangan di dunia internet. Hal itu akan berdampak pada pertumbuhan e-commerce sehingga memberikan banyak peluang dalam peningkatan jejaring teroris secara online, ujaran kebencian, radikalisme dan cyberbullying.

Berita hoax banyak ditemukan di berbagai sosial media dan jalur digital lainnya seperti blog, website, email, situs online dan pesan instan. Banyak oknum yang kini masuk ke hotel prodeo terkait dengan penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian melalui sosial media.

Berita hoax kerap kali memberikan judul yang cukup menarik dan tak jarang langsung menunjuk pada pihak-pihak tertentu. Isi dari berita bohong tersebut bersumber dari berita resmi yang dikeluarkan oleh berbagai media, kemudian dirubah sedemikian rupa sehingga terlihat lebih menarik, dan menimbulkan pandangan yang telah disesuaikan dengan kehendak pembuat berita bohong tersebut.

Agar tidak mudah terprovokasi dengan adanya berita-berita bohong sebaiknya masyarakat melihat dengan seksama dari mana berita tersebut berasal dan bersumber. Apakah situs yang di gunakan bersumber dari sebuah lembaga resmi atau tidak. Selain itu penting juga dalam melihat keseimbangan sumber berita, apakah berasal dari satu sumber saja atau beberapa sumber.

Berita hoax yang dibuat tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dilapangan bukan berdasarkan opini semata, fakta merupakan sebuah peristiwa yang terjadi dengan beberapa bukti dan kesaksian. Sementara itu, opini merupakan sebuah kesan atau pendapat seseorang yang di tulis menjadi sebuah bahan berita, tentu saja dengan opini yang berkembang lebih bersifat subyektif.

Berita Hoax Di Sosial Media
Agar masyarakat tidak mudah percaya dengan banyaknya berita hoax yang beredar di masyarakat akhir-akhir ini, perlu di teliti dan diketahui seperti apa ciri-ciri berita bohong atau hoax tersebut, diantaranya sebagai berikut.

1. Informasi ataupun berita yang dikeluarkan sangat ramai di perbincangkan di kalangan masyarakat.
2. Berita hoax biasanya dapat dilihat dari judulnya yang bernada provokatif dan cenderung memojokkan pihak tertentu.
3. Berita hoax tidak diketahui darimana sumber berita tersebut dibuat. Sehingga keabsahannya dipertanyakan.
4. Gambar tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

Setelah mengetahui beberapa ciri berita hoax yang kerap kali ada di sosial media, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah dengan menyikapi berita tersebut dengan cara sebagai berikut:

• Membaca kembali berita tersebut dengan lebih jeli dan teliti
Mengecek validitas berita yang dibaca menjadi sebuah poin penting yang harus selalu dilakukan, apabila berita yang didapat merupakan sebuah berita bohong maka kita wajib untuk tidak menyebarkannya kembali.

• Mengecek gambar yang terdapat dalam berita tersebut
Berita hoax tak hanya artikel berupa tulisan saja, akan tetapi juga gambar. Oleh sebab itu penting untuk mengecek kembali gambar tersebut melalui Google Image.

• Tidak langsung menyebarkan berita yang didapat
Berita hoax cenderung lebih cepat tersebar di berbagai sosial media, oleh sebab itu untuk mengurangi peredarannya, sebaiknya kita tidak langsung mengirimkannya kembali, meskipun isi dalam berita tersebut kadang cukup menggiurkan. Apabila seseorang menyebarkan berita yang tidak benar, maka secara otomatis dia telah menipu banyak orang.

Saat mengetahui berita yang kita terima merupakan sebuah berita hoax, maka cara menyikapinya cukup mudah. Sebagai salah satu pengguna jejaring sosial yang cukup pintar, anda harus tegas mengambil sebuah keputusan untuk tidak menyebarkan kembali berita tersebut, ke masyarakat luas melalui sosial media. Lebih ceramat dan cerdas dalam memilih sebuah berita, dapat menghindarkan keluarga dan masyarakat lainnya dari berita yang menyesatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat di WhatsApp
Clementine Isti
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
5 hari yang lalu
 
Evelyn
Jumlah pesanan 245000.00 IDR
5 hari yang lalu
 
Bina
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
6 hari yang lalu
 
Jejen
Jumlah pesanan 95000.00 IDR
7 hari yang lalu
 
Romeo
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
1 minggu yang lalu