Bagaimana Sosial Media Bisa Mempengaruhi Pemilu Serentak 2019?

Di era teknologi atau digital yang sudah semakin maju di tahun 2019 ini, hampir semua kehidupan kita dipenuhi dengan pemanfaatan teknologi, sehingga memberikan pengaruh yang cukup besar bagi penggunanya. Manusia sekarang ini sudah bisa mendapatkan segalanya hanya dengan menggunakan jari saja pada gadget mereka.

Mulai dari mendapatkan informasi, memesan makanan, pesan transportasi, atau pesan penginapan bisa dengan gampangnya kita dapatkan sekarang ini. Tidak hanya itu saja. Kamu yang jauh dari orang tua atau teman bisa memanfaatkan situs atau aplikasi khusus yang bisa dipakai untuk komunikasi, seperti halnya sosial media.

Ya, sosial media saat ini memang sudah menjadi aplikasi yang paling umum dipakai, terlebih anak-anak milenial. Selain untuk berkomunikasi, mereka juga memakainya sebagai lahan pendapatan tambahan mereka dengan membuat konten-konten khusus yang unik dan menarik. Penggunaannya tidak hanya itu, karena penggunanya bisa melakukan kegiatan jual beli dengan lingkup yang lebih luas.

Kalangan yang memakainya pun dari tahun ke tahun juga semakin bertambah, sehingga media sosial sebagai alat komunikasi sudah tidak lagi menjadi hal yang asing dipakai. Tentu kesempatan itu dipakai oleh beberapa pihak dari pemerintah untuk keperluannya di dunia politik, terlebih lagi untuk pemilu serentak 2019 nanti.

Tahun 2019 adalah tahun politik di mana pada bulan April nanti kita akan melakukan pemilihan secara serentak untuk calon presiden dan wakil presiden pilihan kita, serta calon legislatif yang maju ke pemilihan dari berbagai partai politik. Di lihat dari banyaknya pengguna dunia maya di Indonesia, tentu menjadi bahan pertimbangan untuk calon pejabat untuk menggunakannya sebagai alat komunikasi mereka ke masyarakat tanah air.

Pemanfaatan tersebut bukan hanya berasal dari pertimbangan yang asal-asalan karena mereka berpikir dengan menggunakan sosial media, mereka bisa dengan mudah mendapatkan simpati dari masyarakatnya. Tidak asal posting saja untuk mendapatkan simpatik rakyat, karena mereka perlu konten menarik agar masyarakat bisa mempercayai mereka sebagai pemimpin mereka di kemudian hari.

Para pelaku politik yang menggunakan media sosial nantinya harus bisa menunjukkan bukti kalau mereka layak bisa menjalankan tugas negara ketika menang memperebutkan kursi pemerintahan di pemilu serentak 2019 April nanti. Selain sangat efektif mengambil simpati masyarakat, sosial media juga dianggap cukup efektif dalam berkomunikasi antar pasangan kandidat dengan rakyatnya.

Komunikasi 2 arah tersebut memang sangat diperlukan bagi pelaku politik yang sedang berjuang di pemilu serentak 2019. Selama kampanye, tentu mereka harus mengenalkan visi dan misi mereka ke masyarakat agar mereka bisa tahu apa yang pasangan pilihan mereka lakukan ketika sudah menang.

Pasangan kandidat nantinya juga bisa langsung mengetahui bagaimana pendapat rakyat mengenai visi misi yang akan dijalankan. Pastinya akan ada pihak yang mendukung dan yang menolak. Hal itu sudah sewajarnya mereka terima karena media sosial merupakan ruang publik, sehingga siapa pun bisa memberikan opininya secara langsung.

Ketika pasangan kandidat membagikan tanggapan mereka untuk Indonesia melalui akun media sosialnya, tentu publik akan berkomentar melalui kolom komentar yang disediakan platform media sosialnya masing-masing. Hanya dengan mengetik saja, masyarakat bisa mengeluarkan aspirasinya terhadap apa yang sudah dikeluarkan oleh pasangan kandidat tersebut.

Di sini, masyarakat secara bebas memberikan suaranya sebagai bentuk pendapat. Tentu hal itu menjadi hal yang bisa mereka keluarkan dalam menyuarakan pendapat. Kalau pasangan kandidat menerima opini mereka dengan senang hati, pasti mereka bisa tahu program apa yang baik untuk masyarakat ke depannya.

Kalau dalam hal sekecil itu diperhatikan oleh pasangan kandidat, masyarakat nantinya bisa memberikan kepercayaan dan simpatinya kepada mereka. Rakyat pun akan menganggap kalau pasangan yang mereka pilih bisa menjadi pemimpin yang baik dan memperhatikan masalah kehidupan di masyarakatnya.
Sosial media berpengaruh pada pemilu
Hal itu menjadi nilai tambah, sehingga dukungan pun akan terus berdatangan. Tapi, hal positif itu bisa mereka dapatkan kalau mereka membagikan postingan yang positif pula. Kalau mereka memberikan konten yang tidak baik dan melanggar aturan kampanye, penilaian rakyat terhadap pasangan kandidat yang dipilihnya akan semakin menurun.

Kalau pun ada konten-konten yang negatif, sebaiknya kamu juga harus membacanya dengan baik-baik dan mencari tahu kebenarannya. Sudah banyak berita bohong yang malah merugikan berbagai pihak, sehingga kepercayaan masyarakat semakin menurun.

Jangan sampai, semangat demokrasi dalam menyambut pemilu serentak 2019 nanti dirusak oleh berita bohong seperti itu. Kalau masyarakat gampang percaya dan mengikuti berita bohongnya, maka bisa mempengaruhi faktor pemilihannya nantinya juga. Kita memang perlu terbuka dalam menerima informasi, tapi setidaknya kita juga perlu berhati-hati agar tidak menjadi korban informasi hoax.

Lebih baik kamu buat saja konten dukungan yang mengarah ke pasangan kandidat pilihan kamu agar bisa menang di pemilu serentak 2019 nanti. Jangan lupa pakai belifollowers.com agar pertemanan kamu bertambah. Kalau semakin banyak teman kamu, maka akan semakin gampang kamu menyebarluaskan postingan kamu. Dukungan pun akan semakin bertambah pula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

fahmi
Jumlah pesanan 0.00 IDR
1 hari yang lalu
 
top
Jumlah pesanan 0.00 IDR
2 hari yang lalu
 
Fatah
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
2 hari yang lalu
 
Ihsan
Jumlah pesanan 157500.00 IDR
3 hari yang lalu
 
Nico
Jumlah pesanan 125000.00 IDR
4 hari yang lalu
 
Kenapa bayar lebih kalau bisa kurang?
Gunakan voucher code: IWANTLESS pada saat checkout.
Dan dapatkan potongan harga 10-20%*!
Tetap yang paling aman, berkualitas dan garansi 1 tahun.
*Tingginya potongan diskon dapat berubah setiap saat.